Prisma

Prisma: adalah benda bening yang dibatasi dua bidang datar yang membentuk sudut.

Keunikan Prisma adalah dapat menyimpangkan arah berkas cahaya. Penyimpangan arah tersebut dinamakan sudut deviasi (δ)

Keterangan Gambar:
Jika tanpa prisma arah awal sinar adalah arah 1 tetapi karena ada prisma arah sinar menyimpang ke arah 2.Sudut penyimpangan dinamakan sudut deviasi (δ)

Dirumuskan δ = (i1 + r2) – β
Mengapa dirumuskan demikian ?

MARI KITA BAHAS….
Perhatikan Gambar berikut.

Keterangan Gambar:

δ : sudut deviasi
β : sudut puncak prisma.(sudut pembias)
i1 : sudut datang bidang bias pertama
i2 : sudut datang bidang bias kedua.
r1 : sudut bias bidang bias pertama
r2 : sudut bias bidang bias kedua.
N: garis normal

Simbol – simbol lain, digunakan untuk membantu menjelaskan pembuktian

Langkah pembuktian pertama adalah
Perhatikan segi empat PQRS. Sudut PSR dan Sudut PQR adalah 90
β = i2 + r1 karena merupakan sudut dari garis normal (N).
Ingat , jumlah sudut dalam segi empat adalah 360 , sehingga:

< SPQ + <=”” qrs=”360″ < SPQ + 90 + 90 + < QRS = 360
< SPQ + < QRS = 360 – 180 = 180 Karena < SPQ = β ; < QRS = α maka

β + α = 180 ………….( persamaan 1)

Perhatikan segitiga SQR. Ingat jumlah sudut dalam segitiga adalah 1800 . sehingga

i2 + r1 + α = 180
α = 180 – ( i2 + r1 ) ……(persamaan 2)

Substitusikan persamaan 2, ke persamaan.1. akan diperoleh:
β + 180 – ( i2 + r1 ) = 180
β = 180 – { 180 – ( i2 + r1 )}
β = i2 + r1 ………………… terbukti !!! …………( persamaan 3)

Langkah pembuktian kedua adalah

δ = (i1 + r2) – ( i2 + r1 )

Perhatikan sudut δ, ia berpelurus dengan sudut θ, sehingga persamaan menjadi:

δ + θ = 180 ….( Pers. 4 )

Perhatikan segitiga SQδ , jumlah sudut dalamnya adalah 180 , sehingga menjadi:

λ + γ + θ = 180 ….( Pers. 5 )

dari pers 4 dan pers 5 akan diperoleh:
λ + γ + θ = δ + θ
λ + γ = δ………(Pers. 6)

Perhatikan titik S, karena sudut bertolak belakang sama besar maka:
r1 + γ = i1 atau γ = i1 – r1 ………(Pers 7)

Perhatikan titik Q, karena sudut bertolak belakang sama besar maka:
i2 + λ = r2 atau λ = r2 – i2 ………(Pers 8)

Dari (pers 6) , (pers 7) dan (pers.8) akan diperoleh:

( r2 – i2 ) + ( i1 – r1 ) = δ
atau
r2 – i2 + i1 – r1 = δ
r2 + i1 – i2 – r1 = δ

( r2 + i1 ) – ( i2 + r1 ) = δ , terbukti !! …….(Pers 9)

Subtitusikan Pers.3 ke pers 9 ,

δ = (r2 + i1 ) – β

Deviasi Minimum (m ) : sudut deviasi yang terkecil yang dapat terbentuk.
Deviasi Minimum(m ) terjadi jika r2 = i1 dan i2 = r1

Jika Hukum Snellius diterapkan pada bidang bias 1, maka

nu sin i1 = nk sin r1

nu sin ( ) = nk sin ( ) ….. mampu membuktikan????

Jika sudut puncak merupakan sudut sempit /kecil ( paralaks), maka

m = (nk – 1 ) β ….. mampu membuktikan????

nu : indeks bias udara

One thought on “Prisma

  1. Wah, akhirnya misteri rumus ini terpecahkan…. haha udah bingung seharian mikirin dari mana asal rumusnya ini, akhirnya dapat juga
    Thanks Ya…. It’s Very Effective

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s