Cerpen

  • Pengertian Cerpen

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan salah satu ragam dari jenis prosa. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang relatif pendek.

Cerpen terdiri dari berbagai kisah, seperti kisah percintaan (roman), kasih sayang, jenaka, dll. Cerpen biasanya mengandung pesan/amanat yang sangat mudah dipahami, sehingga sangat cocok dibaca oleh kalangan apapun.

  • Unsur Intrinsik Cerpen
A. Tema

Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai stuktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan.

B. Alur

Sebuah cerpen menyajikan sebuah cerita kepada pembacanya. Alur cerita ialah peristiwa yang jalin-menjalin berdasar atas urutan atau hubungan tertentu. Sebuah rangkaian peristiwa dapat terjalin berdasar atas urutan waktu, urutan kejadian, atau hubungan sebab-akibat.

Tahapan alur :
  1. Pengenalan
  2. Pertentangan
  3. Penanjakan
  4. Klimaks
  5. Antiklimaks
  6. Penyelesaian
Jenis-jenis alur :
  1. Alur maju
  2. Alur mundur
  3. Alur campuran
C. Tokoh

Tokoh adalah pelaku dalam cerita.

Tokoh dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Protagonis (tokoh utama) tokoh yang bersifat baik.
  2. Antagonis (tokoh penentang) tokoh yang bersifat jelek (musuh tokoh utama)
  3. Tritagonis (tokoh ketiga) tokoh pembantu/figuran.
D. Penokohan

Penokohan ialah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita

Cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan watak tokoh cerita :
  1. Pelukisan secara langsung, yaitu pengarang langsung melukiskan keadaan dan sifat si tokoh, misalnya cerewet, nakal, jelek, baik, atau berkulit hitam.
  2. Pelukisan secara tidak langsung, yaitu pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan tokoh cerita.
  3. Pelukisan kontekstual, watak tokoh dapat disimpulkan dari bahasa yang digunakan pengarang untuk mengacu kepada tokoh.
E. Latar

Latar ialah penempatan waktu dan tempat beserta lingkungannya dalam prosa fiksi. Latar terbagi menjadi

a.Latar tempat
b.Latar waktu
c.Latar sosial
F. Sudut Pandang

Sudut pandang (point of view) merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Dibedakan menjadi :

a. Sudut pandang orang pertama : “aku”
b. Sudut pandang orang ketiga : “dia”
G. Gaya Bahasa dan Nada

Bahasa dalam cerpen memilki peran ganda, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai penyampai gagasan pengarang. Namun juga sebagai penyampai perasaannya. Beberapa cara yang ditempuh oleh pengarang dalam memberdayakan bahasa cerpen ialah dengan menggunakan perbandingan, menghidupkan benda mati, melukiskan sesuatu dengan tidak sewajarnya, dan sebagainya. Itulah sebabnya, terkadang dalam karya sastra sering dijumpai kalimat-kalimat khas. Nada pada karya sastra merupakan ekspresi jiwa.

H. Amanat

Amanat adalah pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita

  • Unsur Eksterinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan. Unsur ekstrinsik berupa :

  1. Latar belakang kehidupan penulis
  2. Keyakinan dan pandangan hidup penulis
  3. Adat istiadat yang berlaku pada saat itu
  4. Situasi politik (persoalan sejarah)
  5. Situasi ekonomi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s